Mengenal Yabina: Benteng Literasi dan Pembinaan Jemaat Kristen di Indonesia
Di tengah pesatnya perkembangan aliran kepercayaan dan tantangan isu kontemporer, Yabina (Yayasan Bina Awam) telah lama berdiri sebagai salah satu pusat rujukan teologi yang kritis dan edukatif. Didirikan dengan visi membekali jemaat awam agar memiliki pemahaman iman yang kokoh, Yabina dikenal melalui publikasi materinya yang mendalam namun tetap mudah diakses.
 
Sejarah dan Sosok di Balik Yabina
Keberadaan Yabina tidak lepas dari sosok Dr. Herlianto. Beliau adalah seorang penulis produktif yang memiliki latar belakang unik—seorang arsitek sekaligus teolog. Kombinasi ini membuat tulisan-tulisan yang diterbitkan Yabina memiliki struktur yang sangat sistematis, logis, dan analitis dalam membedah berbagai persoalan agama.
 
Fokus Materi Pembinaan
Yabina membedakan dirinya dengan lembaga literasi lain melalui keberaniannya membahas topik-topik yang sering kali dianggap sensitif atau rumit, antara lain:
  1. Apologetika & Aliran Kepercayaan: Yabina menyediakan panduan komprehensif mengenai sejarah dan ajaran kelompok seperti Saksi-Saksi Yehuwa, Mormonisme, dan aliran-aliran baru, guna membekali jemaat agar tidak mudah goyah.
  2. Kritik Okultisme dan Zaman Baru: Banyak materi Yabina yang mengupas tuntas fenomena metafisika, pengobatan alternatif yang menyimpang, hingga pengaruh gerakan New Age dalam budaya modern.
  3. Studi Alkitab Terstruktur: Melalui modul-modulnya, Yabina membantu gereja lokal menyelenggarakan kelas-kelas pembinaan dengan materi yang siap pakai (berupa teks dan presentasi visual).
 
Transformasi ke Era Digital
Seiring berjalannya waktu, Yabina bermigrasi dari publikasi fisik ke platform digital melalui situs yabina.org. Meski saat ini situs utamanya terkadang mengalami kendala akses teknis, warisan intelektualnya tetap terjaga.
Banyak artikel Yabina kini diarsipkan di platform seperti SABDA, memastikan bahwa pemikiran-pemikiran Dr. Herlianto tetap bisa dinikmati oleh generasi muda yang mencari jawaban atas tantangan iman di era digital.
 
Kesimpulan
Yabina bukan sekadar yayasan publikasi, melainkan sebuah “sekolah bagi kaum awam”. Kontribusinya selama puluhan tahun telah membantu ribuan umat Kristen di Indonesia untuk tidak hanya “percaya”, tetapi juga “mengerti” landasan iman mereka di tengah dunia yang terus berubah.