Artikel 15_ 2008


 

GAY & LESBI


Ryan dikenal sebagai pembunuh berantai yang menghabisi 11 orang yang diketahui sejauh ini. Pembunuhan berantai itu juga dikaitkan dengan perilaku seksual yang menurut pendapat umum dianggap menyimpang mengingat Ryan adalah seorang Gay dan banyak korbannya adalah pasangan gaynya. Apakah sebenarnya Gay dan Lesbi itu?

Perilaku gay & lesbi, atau ketertarikan seksual sejenis, bisa terjadi sejak masa kanak-kanak sedini kesadaran seksualnya mulai tumbuh atau berkembang dalam usia mulai sekolah atau remaja, tetapi ada pula yang mengalaminya pada usia pemuda atau dewasa.

Berbagai penelitian dilakukan untuk menunjukkan bahwa homoseksualitas terjadi karena faktor genetika, namun sejauh ini belum ada hasil yang membuktikan bahwa perilaku homoseksual adalah alternatif perilaku seksual di samping heteroseksual yang terjadi sejak dilahirkan. Sekalipun sudah sering dilakukan penelitian untuk mencari faktor genetika sebagai penyebab homoseksualitas, sejauh ini bukti jelas belum ditemukan. Hasil penelitian umumnya menunjukkan bahwa penyebab homoseksualitas sangat kompleks seperti halnya perilaku cinta yang kompleks.

Ada yang kelihatannya disebabkan oleh pembawaan sejak lahir, kondisi jiwa karena tekanan kejiwaan yang terus-menerus, ada yang terpengaruh godaan teman yang menjadi traumatis, tetapi ada juga yang menjadi homoseks setelah semula diperkosa oleh pelaku homoseks lainnya. Kecewa terhadap percintaan heteroseksual juga bisa mengarah pada perilaku homoseksual. Banyak kasus menunjukkan bahwa pertumbuhan dibawah orang tua yang keras dan sadis memiliki andil besar dalam menumbuhkan perilaku homoseksual dalam diri anak.

Naramore, dalam bukunya menyebut bahwa umumnya homoseksualitas dihasilkan perkembangan kepribadian yang tidak normal, dan ia menyebutkan beberapa faktor pengaruh yang mungkin menyebabkan hal itu, yaitu:

1.    Gangguan Hormonal, Ini diusulkan beberapa ahli namun belum ada bukti terang mengenai hal ini;

2.    Faktor Genetika, Sama dengan butir 1. Belum ada bukti kuat mengenai hal ini;

3.    Ibu Yang Dominan, Dapat menyebabkan anak laki kehilangan identitas kelaki-lakiannya sehingga mengubur impian mengenai pernikahan atau hubungan dengan perempuan;

4.    Ayah yang Lemah, Juga disertai ibu yang dominan menyebabkan anak laki-laki kehilangan identitas kelaki-lakiannya, dan anak perempuan akan kehilangan rasa hormatnya pada kaum laki-laki;

5.    Orang-Tua yang Kejam, Juga berperan dalam pembentukan kepribadian yang abnormal. Anak-anak yang berlawanan jenisnya dengan orang tua yang kejam dapat kehilangan rasa hormatnya pada lawan seksnya;

6.    Pernikahan Orang Tua yang Tidak Bahagia, Dapat mendatangkan antipati dalam diri anaknya mengenai pernikahan homoseksual sehingga tumbuh kecenderungan homoseksual karena dorongan seksualnya perlu penyaluran;

7.    Dimanjakan oleh Orang-Tua yang Sama Jenisnya, Dapat menyebabkan pertumbuhan kecenderungan heteroseksual terganggu;

8.    Pendidikan Seks yang keliru, Dapat menyebabkan anak-anak memperoleh pengertian yang keliru mengenai seksualitas, termasuk di sini pandangan bahwa seks itu kotor atau tabu, dan adanya pengaruh pergaulan.

Daftar penyebab yang mirip dengan diatas dijumpai dalam tulisan Goldenstein, dimana ia membagi faktor-faktor itu dalam dua kelompok besar pendekatan yang saling berbeda, yaitu:

1.      Penyebab yang bersifat Konstitusional, Disini disebutkan faktor-faktor berikut:

         Genetika (keturunan)

Disini dicoba menelusuri keluarga para homoseksual dan melihat kesamaan yang didapat dari struktur gen dari saudara kembar yang keduanya homoseksual;

         Perbedaan Kromosom,

Penelitian dalam struktur kromosom ayah dan Ibu dan keluarga masing-masing pihak dan hubungannya dengan anak yang berperilaku homoseksual dicoba dicari hubungannya;

         Keseimbangan Hormon.

Keseimbangan hormon androgen dan estrogen yang terganggu dicoba diselidiki untuk menunjukkan pengaruhnya terhadap perilaku homoseksual.

Dalam kenyataannya, bukti-bukti keturunan dan faktor hormonal sukar ditemukan. Karena masih sulitnya pembuktian melalui pendekatan ini, banyak yang kemudian mencari pendekatan kedua, yaitu:

2.      Penyebab yang bersifat Psiko-Sosial. Beberapa penyebab psiko-sosial adalah:

         Pengalaman Homoseksual Dini,

Seseorang yang mengalami homoseksual di masa kecil karena bermain-main seks dengan temannya sejenis akan menumbuhkan sifat-sifat homoseksual yang makin mendalam dan membekas di masa dewasa;

         Hubungan Kekeluargaan yang Kacau,

Biasanya ibu yang hidup tidak bahagia dan yang dominan atau hilangnya peran ayah di rumah akan menumbuhkan sikap kepribadian terbelah dalam diri anak yang akhirnya cenderung lebih menyerupai kepribadian ibu sehingga kurang bisa merasakan kebutuhan akan wanita;

         Kontak Sosial.

Seseorang yang lama tinggal di asrama sejenis, asrama militer, atau sekolah khusus laki-laki atau wanita, akan cenderung kehilangan kontak heteroseksual yang pada gilirannya akan menumbuhkan perilaku homoseksual.

Asosiasi Ahli Jiwa Amerika (APA), semula menyebut bahwa homoseksualitas adalah penyakit jiwa (mental illnes), namun di tahun 1973 APA menyatakan bahwa homoseksualitas bukan sakit jiwa dan bersifat tetap, karena itu tidak bisa diubah. Pandangan ini dijadikan dasar para penganut liberal untuk menerima homoseksualitas dan perkawinan sesama jenis sebagai kewajaran, karena itu mereka menolak usaha perbaikan (reparative) dan perubahan hidup (transformative) yang dilakukan oleh kekristenan konservatif.

Menarik untuk mengetahui adanya perubahan pandangan dalam APA dimana di tahun 2002 yang menyatakan bahwa perilaku homoseksualitas berkembang dalam hidup seseorang. Pandangan ini menunjukkan bahwa perilaku homoseksualitas itu banyak dipengaruhi faktor luar dan bisa berubah karena pengaruh lingkungan, ini secara tidak langsung menunjukkan hal sebaliknya bahwa perbaikan dan perubahan hidup bisa juga terjadi dalam kehidupan pelaku homoseksualitas.

Di Amerika Serikat, kalangan kekristenan konservatif  banyak melakukan pelayanan reparatif dan transformatif kepada para gay dan lesbian, dan organisasi-organisasi pembimbingan bagi para gay dan lesbi didirikan oleh para mantan gay & lesbi yang hidupnya telah diperbaiki dan diubahkan hidupnya oleh Tuhan Yesus Kristus, salah satunya yang terkenal adalah Exodus International (www.exodus.to).  Situs beberapa organisasi lainnya bisa dibaca di situs itu, dan terbit berbagai milis yang mempopulerkan pelayanan kasih Kristus kepada para gay & lesbi. Situs www.conservapedia.com/homosexuality menghadirkan banyak informasi mengenai usaha dalam melayani gay & lesbi menuju hidup yang baru yang penuh pengharapan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

Salam kasih dari Sekertari www.yabina.org
 

 


[ YBA Home Page | Artikel sebelumnya]