Ruang Tanya jawab Februari 1999 

Form untuk mengirim pertanyaan


JARINGAN DOA

Jaringan Doa merupakan judul diskusi kali ini karena ternyata topik ini banyak yang menyambutnya dengan antusias, tetapi banyak juga yang meragukan khasiat dan efektivitasnya.
Ada dua pertanyaan antusias tentang JARINGAN DOA yang dipilih untuk diskusi bulan ini dan beberapa topik diskusi lainnya.

 

(Tanya-08)
Membaca diskusi yang menyinggung soal ‘Jaringan Doa’, saya tergelitik untuk memberikan komentar. Saya rasa ‘Jaringan ini cukup efektif’ untuk mengubah keadaan Nasional. Contohnya, dalam selebaran ‘Visi & Prakarsa’ yang diterbitkan oleh ‘Jaringan Doa’ (Januari 1999) ada tertulis:

"Umat yang bersehati untuk berdoa, bukan hanya memberkati mereka sendiri tetapi juga membawa pemulihan atas seluruh negeri. Karenanya, Seruan Doa Nasional, untuk ber-Doa Puasa bagi Bangsa, Negara dan Gereja-Nya (40 hari) dalam meresponi situasi yang mencemaskan ini, telah mendapat tanggapan luas dari umat Kristiani diseluruh tanah air. Doa-doa yang sebelumnya dilakukan secara umum, sekarang berdasarkan penelitian (data) yang mendalam. Dalam mencermati demonstrasi terbesar setelah SI-MPR, dimana puluhan ribu mahasiswa dan masyarakat, memperingati 50 tahun HAM (Kompas, 11 Des’98), sehingga melumpuhkan Jakarta, ditemukan, bahwa tidak adanya korban bentrokan sama sekali, hanya insiden kecil. Padahal sehari sebelumnya, dalam skala yang jauh lebih kecil, 17 mahasiswa menderita luka-luka akibat bentrokan dengan aparat. Yang menarik adalah, bahwa pada saat yang sama (10 Desember 1998), dimulai rangkaian Doa Puasa bagi Bangsa, Negara dan Gereja-Nya selama 40 hari."

Saya rasa kejadian itu bukan kebetulan tetapi memang adanya doa puasa bisa mengubah situasi kacau menjadi damai, jadi doa-puasa cukup efektif." (TSE, Jakarta).

(Jawab-08)
Dari kutipan yang diajukan dapat disimpulkan dua hal, (1) ternyata sinyalemen YBA mengenai cara doa yang berjalan keliru terbukti benar. Kutipan itu mengungkapkan bahwa doa-doa yang dipopulerkan oleh jaringan doa membuktikan adanya sifat doa dimensi keempat/word faith yang beranggapan bahwa ‘kata-kata doa’ itu berkhasiat seperti mantra perdukunan, baik untuk memberkati diri sendiri maupun membawa pemulihan negeri. (2) dari konsep doa yang keliru itulah dihasilkan anggapan yang juga mempengaruhi penanya bahwa berkat doa puasa yang dianggap berkhasiat itu tidak ada korban bentrokan sama sekali. Benarkah klaim itu? Faktanya pada masa doa-puasa malah secara berturut-turut terjadi tragedi yang menghasilkan korban diseluruh negeri a.l. Sambas, Banyumas, Cirebon, Tanggerang , Poso, Karawang, Lhokseumawe, bahkan di Dobo belasan orang mati dan semua ini memuncak di Ambon dan sekitarnya pada akhir masa doa puasa dimana terjadi huru-hara besar di Ambon sebagai puncak menyusul bentrok fisik di desa-desa beberapa hari sebelumnya, dimana ratusan orang meninggal dunia, puluhan ribu non-Kristen terpaksa mengungsi keluar dan sebagian besar perusuh dan pembunuh adalah orang Kristen!

Persekutuan-persekutuan doa mulai menjamur sejak perpindahan orde lama ke orde baru dan kemudian disusul doa pujian dan penyembahan dan doa puasa ramai-ramai yang memuncak pada jaringan doa yang berskala nasional, faktanya dari lebih dari 500 gereja yang dihancurkan dan dibakar, hanya dua yang terjadi pada masa orde lama dan sisanya terjadi pada masa orde baru justru ketika persekutuan-persekutuan doa menjamur, dan lebih dari 100 huru-hara perkotaan terjadi justru pada tahun-tahun jaringan doa dipopulerkan secara nasional. Perlu introspeksi mengenai ‘benarkah doa-doa kita?’

Doa-puasa memang perlu dan ‘bisa memindahkan gunung’ tetapi bukan doa itu yang berkhasiat tetapi tindakan Tuhanlah yang mengubah situasi. ‘Man proposes but God disposes’ (Yes.58:9), dan doa yang benar adalah doa yang disertai pertobatan oleh pendoa, persekutuan dan jaringan doa itu sendiri (Yes.58:6-7), dan itulah yang harus kita doakan agar terjadi!

 

(T-09)
Saya pernah mengikuti persekutuan doa KKR di Senayan, dan disitu beberapa orang anggota gereja protestan bersaksi dan mengaku bahwa baru sekarang ‘mereka merasakan ada kesatuan’ sebab di gerejanya tembok-tembok menjadi penghalang kesatuan umat Kristen, bukankah persekutuan doa menyatukan umat Kristen sesuai Yoh.17? (MAH, Bandung)

(J-09)
Kita perlu berhati-hati untuk menyimpulkan suatu pertemuan dari ‘suasananya’ yang sesaat. Fakta menunjukkan bahwa di kalangan yang menonjolkan doa-doa puasa justru paling banyak terjadi perpecahan gereja. Tokoh-tokoh yang pecah dari YPPII sekarang berada dibalik gerakan-gerakan doa. Ketika doa kuasa dan lawatan Allah (yang terkenal sebagai Toronto Blessing) dipopulerkan, banyak orang yang hadir merasakan ‘mereka bersatu dalam roh’, faktanya gereja yang mencetuskan gerakan itu pecah dari induknya, di Semarang ada gereja besar yang mempopulerkannya pecah, demikian juga di banyak kota lain. YBA menerima puluhan surat dari gereja-gereja miskin yang meminta bantuan padahal mereka adalah anggota sinoda gereja kaya yang mempopulerkan doa-puasa-menuntut-kuasa. Adakah kesatuan?

Sebaliknya, gereja-gereja protestan yang ‘dianggap tidak ada roh dan miskin doa’ ternyata ada juga kesatuannya. GKI, dari tiga sinoda bersatu menjadi satu sinoda, sedang HKBP yang pecah diobok-obok orde baru malah sekarang bersatu kembali!

Kita perlu menyimak ‘doa Tuhan Yesus’ (Yoh.17) dengan seksama. Ia mengatakan agar kita bersatu dalam ‘mengenal dan memuliakan Yesus Kristus yang benar’, ‘menerima dan menurut firman’, ‘percaya Yesus sebagai perantara dan Tuhan’, dan ‘di kuduskan dalam kebenaran firman’. Kesatuan dalam hal-hal inilah yang harus kita doakan dan usahakan terus!

 

YBA BUKA CABANG?

(T-10)
Saya melihat pelayanan YBA cukup meluas dan efektif. Saya adalah lulusan STII-Yogya, sudah berkeluarga, dan ingin bergabung dengan YBA. Bagaimanakah caranya? (STH, Denpasar)

(J-10)
Selama ini pelayanan YBA sudah didukung oleh 6 orang sarjana secara aktip dan tidak ada satupun yang digaji, karena itu saat ini YBA bukanlah tempat untuk mereka yang ingin bergabung sekaligus untuk membiayai keluarganya karena selama ini pembiayaan justru datang dari anggota-anggota Yayasan dan Sahabat Awam, dan porsi terbesar dikurangi pos operasional yang kecil diarahkan kepada pelayanan.

(T-11)
Pelayanan YBA sangat banyak diminati orang dan saya sudah berusaha untuk memfotocopykan bahan-bahannya kepada banyak orang. Apakah YBA tidak membuka cabang di Manado, saya bersedia untuk menjalankannya. (TUM, Manado).

(J-11)
YBA tidak membuka cabang, tetapi misi YBA adalah untuk menggerakkan kaum awam untuk melayani di kota masing-masing seperti pelayanan YBA dan dipersilahkan menggunakan bahan-bahan YBA bila belum dapat mengembangkan bahan-bahan sendiri. Mulai MSA-49 kami menganjurkan prinsip pelayanan Multi Level Ministry (MLM) yaitu, (1) Anda memfotocopy MSA sebanyak 3-5 copy dan membagikan kepada 3-5 teman yang berminat untuk kemudian melanjutkan misi ini; (2) Setelah semua membaca, Anda bisa memimpin kelompok diskusi, terdiri Anda + (3-5) orang, untuk topik tersebut; (3) Kemudian 3-5 orang anggota kelompok diskusi itu masing-masing memfotocopy MSA dan membagikan kepada 3-5 teman-teman baru sehingga terbentuk kelompok-kelompok diskusi baru. Dengan cara ini setidaknya untuk satu topik, seseorang telah belajar 3 kali, (I) belajar sendiri, (ii) belajar dalam kelompok dipimpin orang lain, dan (iii) belajar dengan memimpin kelompok diskusi baru.

‘Mereka yang bekerja patut mendapat upahnya’, dalam kelompok diskusi dapat dilakukan pengumpulan persembahan, dana mana dapat digunakan untuk fotocopy bahan dan membantu kehidupan pemimpin kelompok’. Bila kita melayani dengan tulus dan anggota kelompok terpanggil untuk melayani tentu dana yang terkumpul dapat membantu kehidupan pemimpin kelompok yang bekerja penuh waktu. Lakukanlah!

(T-12)
Saya sangat gembira bila mememui ruangan ini...saya nak tahu bagaimana untuk mendapatkan buku-buku keluaranYBA untuk negara Malaysia dan berapa harganya dalam RM. (PAT, Petaling Jaya, Malaysia)

(J-12)
Permintaan yang sama juga datang dari Australia, Inggeris, Belanda, Jerman dan Amerika Serikat yang membaca homepage YBA. Karena makin banyak permintaan dari manca-negara dan karena baru ada kenaikan tarip pos dan kurs uang yang naik turun, dalam waktu dekat YBA akan menyusun dan mengumumkan dalam homepage YBA biaya pengiriman buku-buku dan bahan-bahan YBA ke negara-negara tertentu. Terima kasih atas perhatian Ncik Patrick!

 

SOAL MLM

(T-13)
Saya telah membaca MSA-49 dan setuju isi pembahasannya mengenai praktek MLM, tetapi disitu hanya disinggung sedikit mengenai praktek Amway. Saya dengar Amway melakukan bisnis MLM yang teratur dan rapih. Bagaimana? (JAN, Surabaya).

(J-13)
Dalam keteraturan memang Amway tergolong yang paling baik di antara semua MLM, tetapi tetap bisnis MLM mempunyai jerat yang perlu dihadapi secara kritis oleh umat Kristen. Memang bisnis Amway menjual barang-barang yang tidak dijual di toko, tetapi coba bandingkan misalnya ‘Odol’ dan bandingkan harganya dengan ‘Odol’ sejenis yang ada di toko, Anda bisa menjumpai bahwa harganya jauh di atas toko!

 

PENAMPAKAN YESUS

(T-14)
Saya membaca di sebuah majalah ada kesaksian bahwa pada awal bulan Januari wajah Yesus menampakkan diri di kota Ambon, bagaimana tanggapan YBA? (NAR, Jakarta)

(J-14)
Kita perlu berhati-hati untuk menerima segala macam kesaksian baik mengenai penampakan wajah Yesus, bertemu Yesus, turun ke neraka, jalan-jalan ke sorga, atau wahyu-wahyu akhir zaman yang cenderung menipu daripada benar. Apa artinya Yesus yang nampak di Ambon kalau seminggu sesudahnya orang-orang Kristen Ambon saling berbakaran dan berbunuhan dengan yang non-Kristen? Yang penting bukanlah wajah Yesus yang dilihat tetapi wajah Yesus yang ada di hati. Yesus mengatakan bahwa banyak orang menyelidiki Alkitab sebab di dalamnya mereka mengira ada hidup yang kekal, tetapi Yesus menyayangkan bahwa mereka "tidak datang kepadaKu untuk memperoleh hidup!"

"Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya." (Mat.24:23-26).

 

Catatan: Menyambut banyaknya sambutan akan forum diskusi/tanya-jawab YBA tentang masalah teologia maupun umum, sejak Januari 1999 terbuka forum diskusi yang dapat diikuti oleh setiap netter. Dari sekian banyak pertanyaan/tanggapan yang masuk, setiap bulan akan dipilih beberapa pertanyaan/tanggapan yang dianggap penting untuk dirilis secara berselang-seling dengan renungan bulan yang sama. Identitas para netter akan ditulis dengan singkatan tiga huruf disusul dengan kota dimana ia berdomisili. Setiap topik diskusi dapat ditanggapi lagi bila belum terasa cukup. Pertanyaan/tanggapan dikirimkan ke alamat YBA


Form untuk mengirim pertanyaan