RENUNGAN Maret 2009


PEMILU 2009

 

kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengajaran suap; (Keluaran 18:21)

Pemilu 2009 sudah diambang pintu, sudah tinggal sebulan lagi sebelum kita menjalaninya. Suasana Pemilu sudah kita rasakan dimana-mana, jalan-jalan di seluruh Indonesia dipenuhi dengan bendera-bendera partai peserta Pemilu, dan berbagai kampanye oral melalui sms dan radio , visual melalui TV, maupun blog dan facebook melalui internet. Semua mengarah pada usaha untuk mempopulerkan diri partai masing-masing termasuk calon presiden yang diunggulkannya.

Menghadapi semua ini umat Kristen bertanya-tanya, bagaimana sebaiknya sikap mereka menghadapi Pemilu 2009? Pemilu adalah Pemilihan Umum untuk memilih Para pemimpin, tahap pertama dilakukan untuk memilih partai yang akan menempatkan kader-kadernya di DPR atau DPRD di seluruh Indonesia, dan tahap kedua adalah memilih Presiden R.I. untuk lima tahun kedepan.

Sejak masa umat Israel dipanggil oleh Allah sebagai suatu bangsa dalam peristiwa Keluaran (Exodus) bangsa Israel keluar dari perhambaan Mesir, Allah sudah memberikan prinsip umum bagaimana sebaiknya sifat-sifat pribadi seorang pemimpin yang layak memimpin seperti yang kita baca dalam ayat di atas.

Pertama: Takut akan Allah, adalah syarat yang penting karena takut akan Allah akan berdampak ke dalam berbagai aspek pemikiran dan tindakan seseorang pemimpin. Karena takut akan Allahlah Abraham dinyatakan sebagai bapa orang beriman, Yusuf diangkat menjadi pemimpin Mesir dengan tanggung jawab begitu besar karena ia takut akan Allah, karena takut akan Allahlah maka Musa diberi mandat besar membawa umat Israel ke luar dari Mesir, dan karena takut akan Allahlah maka Ezra diberi mandat membawa umat Israel kembali dari pembuangan di Babel. Takut akan Allah membawa seseorang mendahulukan kehendak Allah daripada kehendak manusia.

Kedua: Cakap, adalah persyaratan pemimpin yang baik. Abraham cakap dengan pengalamannya yang luar biasa sebagai orang yang berani mengambil langkap menyeberangi sungai Efrat menuju ke Kanaan, Yusuf seorang yang cakap karena diberi karunia luar biasa sebagai seorang futurolog dan kemampuan mengelola asset negara, Musa diberikan kecakapan yang bisa diperoleh seorang dilingkungan Istana Mesir yang kala itu memiliki kemajuan yang luar biasa, dan Ezra kita ketahui sebagai seorang yang cakap dalam ilmu Kitab Suci dan dalam memimpin umat Israel kembali dari Babel. Semua tokoh yang cakap itu memiliki kecakapan manajerial pula dalam membawa umat dari kesulitan menuju hidup berpengharapan.

Ketiga: Dapat Dipercaya, adalah persyaratan ketiga seorang pemimpin yang baik, karena apa yang dikatakan akan dilaksanakan, dan apa yang diamanatkan akan dipatuhi sekalipun itu akan sukar dijalani dan menyengsarakan dirinya. Abraham dapat dipercaya karena ketika dipanggil oleh Tuhan untuk suatu tujuan yang tidak jelas yang riskan dan ia rela mengorbankan Ishak ketika Tuhan berkehendak, tetapi ia mematuhinya karena ia tahu Allah akan memimpinnya. Yusuf harus mengalami berbagai kesukaran bahkan dipercaya oleh Potifar dan ia tidak merusak kepercayaan itu, sehingga ia diangkat sebagai kepercayaan Firaun untuk mengelola harta utama Mesir yaitu pangan! Musa dapat dipercaya dan ia rela meninggalkan kemuliaan Mesir untuk menjalankan amanat Allah yang luhur. Dan, Ezra dapat dipercaya karena ia mampu mempertahankan keutuhan Firman Tuhan dan membawa umat kembali ke Yerusalem.

Keempat: Benci kepada Pengajaran Suap, adalah penting dimiliki oleh seorang pemimpin. Baik Abraham, Yusuf, Musa, dan Ezra tidak mengejar kehormatan dengan cara-cara menyuap atau apapun, namun akhirnya toh mereka memperoleh kehormatan untuk menjalankan tugas yang tinggi. Suap menyuap adalah praktek umum dalam kepemimpinan khususnya kepemimpinan politik dimana harta negara dikelola. Tetapi Tuhan tidak membutuhkan pemimpin korup demikian melainkan memperkenan pemimpin yang bersih dari setiap korupsi, karena dengan tidak korupsi (yang biasanya untuk kepentingan diri sendiri), seseorang layak mengelola harta titipan Tuhan untuk kesejahteraan umat yang diserahkan kepadanya untuk dipimpin.

Mengadapi Pemilu 2009, kita diperhadapkan dengan pilihan yang sulit, apalagi untuk memilih partai atau pemimpin yang memenuhi keempat kriteria dalam ayat di atas, karena itu, ada beberapa langkah yang sebaiknya diikuti:

Pertama: dengar-dengaran akan kehendak Tuhan. Kita harus dengan rajin selalu berkonsultasi dengan Tuhan, dalam membaca firman-Nya, dalam doa, dalam pergumulan politik dan dalam pemilu, agar Tuhan memberi hikmat kepada kita untuk tahu bagaimana memilih pemimpin yang baik yang diperkenan Allah dan manusia.

Kedua: Mencari Informasi sebanyak mungkin. Agar tidak buta soal politik, kita harus banyak membaca koran, memirsa TV, maupun menjelajahi dunia internet, untuk membaca berita-berita mengenai Pemilu 2009. Kita dapat mencari tahu berita soal Pemilu melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU, http://www.kpu.go.id/) yang merupakan siaran resmi mengenai keberadaan partai-partai dengan Para calegnya. Mengenai Partai-Partai, kita dapat menelusuri situs a.l. http://partai.info/pemilu2009 dan melihat lambang partai di http://www.partai.com, dan mengenai Caleg kita dapat menjelajahi situs http://www.calegindonesia.com. Banyak situs lainnya tersedia di internet bila kita mencarinya melalui mesin pencari seperti http://www.google.com dan http://www.yahoo.com, maupun http://en.wikipedia.org.

Ketiga: Memilih dengan Bertanggung Jawab. Bila tiba saatnya kita memasuki bilik Pemilu 2009 sebulan lagi, maka tanggung jawab kita berdasarkan pergumulan dengan Tuhan dan mempelajari segala aspek partai politik dan caleg-calegnya, akan ada ditangan kita dan kitalah yang harus melaksanakannya dengan bertanggung jawab. Janganlah dalam memilih kita mudah terkecoh oleh kampanye partai-partai politik yang umumnya menarik tetapi dalam kenyataannya kebanyakan sulit mereka laksanakan, tetapi dengan berbekal keempat kriteria yang disebutkan dalam ayat di atas, dan informasi yang sudah kita lihat dan dengar, kita mengurangi resiko terpilihnya partai atau caleg yang tidak tepat dihadapan Allah dan manusia.

Akhirnya, saudara/i, marilah kita bersama-sama mendoakan Pemilu 2009 yang tinggal sebulan lagi itu agar Tuhan menjaganya dengan baik dan agar terpilih partai dengan presidennya yang sesuai kehendak Tuhan, agar bangsa Indonesia dibawa lebih jauh ke dalam kesejahteraan masyarakatnya yang makin baik dan masyarakat yang takut akan Tuhan.

Amin!

 

Salam Kasih dari Sekertariat www.yabina.org

 


[ YBA Home Page | Renungan sebelumnya]