RENUNGAN Mei 2001                 


Wajah Tuhan Yesus

"Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai Sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya." Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya." (Yohanes 20:26-31)

Peristiwa di atas terjadi delapan hari sesudah hari dimana Yesus bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada murid-muridNya. Salah seorang murid yang bernama Tomas tidak percaya dan ingin bukti jelas bahwa yang dilihat itu Tuhan Yesus yang benar-benar memiliki wajah yang sudah dikenalnya dan yang ada bekas luka pada tangan dan lambung.

Tuhan Yesus datang kepadanya dan meyakinkan Tomas bahwa Ia memiliki tangan dan lambung yang luka. Tomas terpana dan percaya, dan Yesus mengingatkan bahwa Tomas percaya karena melihat wajah Yesus namun berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.

Tomas mewakili orang yang belum mau percaya sebelum benar-benar melihat wajah Yesus dengan kedua matanya, namun Yesus membawanya kepada hal yang lebih penting, yaitu arti kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan umat percaya, yaitu kehidupan yang berisi damai sejahtera Allah, percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh iman memperoleh hidup dalam namaNya.

Waktu itu Tomas dengan mudah bisa ditunjukkan bukti oleh Tuhan Yesus mengenai kenyataan diriNya yang telah bangkit karena Ia masih berada di bumi sesudah kebangkitanNya dan sebelum Ia naik ke Sorga, namun bagaimanakah kalau hal itu terjadi sesudah Tuhan Yesus naik ke sorga? Apakah kita dengan mudah bisa meminta bukti untuk melihat wajahNya? Bagaimanakah wajahNya? Pertanyaan demikian banyak di angan-angankan oleh manusia sehingga selalu saja dalam sejarah orang berusaha menghadirkan wajah Tuhan Yesus secara nyata.

Para pelukis dan pembuat patung berusaha menghadirkan wajah Yesus melalui karya seni mereka, dan berbagai-bagai bentuk wajah dipersentasikan dalam gambar, ada yang menggambarkan sebagai orang Afrika yang berambut keriting dan berkulit hitam, ada yang menggambarkan sebagai orang Cina yang bermata sipit, namun sebagian besar karya seni abad pertengahan menggambarkan sebagai orang Eropah abad pertengahan yang berwajah mulus dan berambut panjang. Sensasi gambar wajah dalam 'Kain Kafan dari Turin' juga menggambarkan figur yang demikian.

Tentu saja gambaran ini tidak mungkin benar karena Tuhan Yesus adalah orang Yahudi yang berbeda penampilannya dari orang Afrika, Cina maupun Eropah. Apakah memang penting bahwa kita mengetahui wajah Tuhan Yesus yang sebenarnya? Tentunya tidak, soalnya bagi orang percaya, gambaran itu sekedar menggambarkan peristiwa yang dihadirkan oleh Tuhan Yesus, wajah yang membawa damai sejahtera, wajah yang penuh iman dan menunjukkan jalan, kebenaran dan hidup, dan dikaitkan dengan konteks suatu peristiwa rohani, dan bukan terarah pada wajah itu sendiri.

Dalam dasawarsa terakhir abad ke-20 mass media diramaikan oleh isu-isu penampakan wajah Yesus. Pada tahun 1993 tabloid Weekly World News menggambarkan Yesus di atas Somalia dan gegerlah banyak orang. Setahun kemudian tabloid yang sama menghadirkan wajah Yesus yang berhadapan dengan wajah setan di langit Texas, namun tidak sepopuler wajah Somalia, karena memang orang-orang disadarkan bahwa gambar itu hasil rekayasa latar belakang langit bandara di Somalia yang diisi gambar wajah bintang film yang memerankan Yesus dalam film 'Jesus of Nazareth.'

Sekalipun tidak mungkin kita mengetahui wajahNya yang sebenarnya selalu saja bila ada isu adanya penampakkan yang dianggap wajahNya maka berduyun-duyunlah orang-orang mendatangi. Di kala ada perang saudara di Timor, ada isu penampakan wajah Yesus di Kupang, kemudian katanya wajah itu dilihat di kota Ambon tapi tak lama kemudian pecah perang saudara berkepanjangan. Yang jelas dari keduanya tidak sedikitpun damai sejahtera dialami orang di daerah penampakan itu.

Isu-isu penampakan wajah itu berjalan terus dan dilaporkan muncul di Menado, Bogor, dan yang ramai belakangan ini adalah penampakan di Jalan Kramat V Jakarta. Yang pasti belum pernah ada gambar yang jelas, yang dikatakan wajah itu tidak lain adalah siluet seorang yang berambut panjang dan kalau ada siluet yang berambut pendek orang mengabaikannya.

Yang jelas histeri massa Kristen dipengaruhi gambaran wajah yang berambut panjang, itulah sebabnya ketika baru-baru ini koran dan majalah memaparkan kemungkinan gambar wajah orang Yahudi abad pertama yang berambut pendek sesuai rekayasa komputer dari penemuan rambut di Irak Utara dan tengkorak di dekat Yerusalem yang dianggap dari abad pertama Iyang dilontarkan radio BBC, maka kembali hebohlah banyak orang.

Perlukah kita memiliki gambaran wajah yang benar? Jelas tidak sebab itu tidak mungkin, tidak penting dan tidak seorangpun mengetahuinya. Sekalipun kita tidak perlu lari kepada salah satu ekstrim yaitu menolak semua wajah atau mempercayai suatu wajah, jelas gambaran yang menggambarkan wajah Yesus dalam sebuah peristiwa misalnya saat 'Perjamuan Malam' atau saat 'Kotbah di Atas Bukit' tentu baik juga untuk menggambarkan situasi saat itu, namun janganlah kita terpateri dengan wajah Tuhan Yesus yang barus begini atau begitu sehingga kita menempelkannya wajah yang dianggap Yesus di rumah kita atau di gedung gereja.

Bahaya dari penampilan wajah yang kemudian dipercayai sebagai wajah Yesus adalah bahwa kita bisa disesatkan oleh wajah Eropah abad pertengahan berambut panjang sehingga kalau kita benar-benar bertemu Tuhan Yesus yang benar yang mungkin berwajah Yahudi dan berambut pendek misalnya, kita bisa acuh-tak-acuh, yang salah kita percayai dan yang benar kita abaikan, atau kita menghebohkan keduanya.

Berbeda dengan Tomas yang memang mengetahui wajah Yesus sebenarnya dan sekarang ingin melihat Tuhan Yesus apakah sama dengan Yesus yang dikenal sebelumnya, kita pada masa sekarang tidak mungkin bisa mereka-reka wajah itu, maka daripada bisa menyesatkan lebih baik kita tidak mengkultuskan gambar-gambar wajah yang beredar, tetapi yang penting adalah agar "Damai sejahtera Tuhan Yesus menguasai hati kita, kita beriman bukan pada wajah tetapi pada Yesus yang adalah Mesias dan Anak Allah, dan bahwa kita hidup dalam firmanNya", karena berbahagialah mereka yang percaya sekalipun tidak melihat!

Catatan: 
Mereka yang ingin ulasan mengenai Sejarah Kehidupan Yesus dapat membuka www.yabina.org dan bacalah Renungan mengenai 'Yesus Sejarah' (Februari 1998) dan 'Injil Thomas' (Maret 1998).

Amin!

Salam kasih Paskah dari Herlianto/YBA 


[ YBA Home Page | Renungan sebelumnya]